| |
 |
| |
|
Investor China Bangun PLTMH di Mamuju. |
|
|
|
Kompas.com.
Kamis, 19 Agustus 2010 |
| |
|
MAMUJU. Investor
China membangun dua unit bendungan
di lokasi pembangunan pembangkit
listrik tenaga mikro hidro (PLTMH)
di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang,
Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. |
|
|
|
"Mulai bulan ini
investor dari negeri China, PT China
Mikro Hidro (CMH), akan membangun
dua unit bendungan di lokasi
pembangunan PLTMH Karama Kecamatan
Kalumpang," kata Gubernur Sulbar,
Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Kamis
(19/8/2010) |
|
|
|
Ia mengatakan
perusahaan China tersebut membangun
bendungan yang kedua kalinya setelah
investor China lainnya juga telah
membangun satu bendungan di lokasi
pembangunan PLTMH Karama. |
| |
|
"Dengan
dibangunnya dua bendungan tersebut,
maka PLTMH Karama telah memiliki
tiga bendungan untuk segera
beroperasi memenuhi kebutuhan
listrik masyarakat di daerah ini dan
negara ini," katanya. |
| |
|
Gubernur mengatakan,
PLTMH Karama yang dibangun
Pemerintah Provinsi Sulbar bekerja
sama dengan investor China merupakan
pembangkit listrik terbesar yang ada
di wilayah itu dengan kekuatan
sekitar 1.800 megawatt. |
| |
|
Anwar mengatakan
pembangunan proyek PLTMH karama akan
menghabiskan anggaran sekitar 4,5
miliar dolar AS yang akan
dianggarkan secara bertahap hingga
tiga tahun ke depan. |
| |
|
Ia
berharap dengan dibangunnya PLTMH
tersebut dapat memenuhi kebutuhan
listrik masyarakat yang ada di Pulau
Sulawesi maupun Pulau Kalimantan
sehingga masalah listrik tidak lagi
menjadi kendala dalam membangun
daerah dan negara ini. |
| |
|
|
| |
|
Diperlukan Pasokan
Listrik 3.000 MW per Tahun untuk Kelistrikan
Nasional. |
|
|
|
esdm.go.id. Rabu, 18 Agustus
2010. |
| |
|
JAKARTA. Untuk memenuhi kebutuhan
listrik nasional diperlukan pasokan
listrik sekitar 3.000 Mw per tahun.
karena itu, menurut Menteri ESDM
diperlukan investasi untuk
peningkatan jaringan distribusi
kelistrikan maupun pemeliharaan,
dikarenakan kemampuan keuangan PLN
serta terbatasnya anggaran negara
maka kebutuhan investasi tersebut
perlu dipikul bersama khususnya
kepada bagian masyarakat yang mampu. |
| |
|
"Kami Pemerintah akan sangat
hati-hati dalam memformulasikan
penyesuaian Tarif Dasar Listrik
(TDL) yang dimaksud pada waktunya",
tutur Menteri seusai melaksanakan
upacara bendera dalam rangka
memperingati HUT RI ke 65, Selasa
(17/8). |
| |
|
Penyesuaian TDL lanjut Menteri,
diperlukan untuk meningkatkan
kemampuan PLN untuk melistriki 19
juta KK atau sekitar 34-35 persen
khususnya masyarakat di wilayah
Indonesia Timur yang belum teraliri
listriki. Kenaikan permintaan
listrik diperkirakan mencapai 7,5-9%
per tahun, sementara kemampuan
peningkatan kapasitas listrik hanya
sekitar 3,5-4%, karena itu
dibutuhkan investasi yang besar agar
kebutuhan permintaan listrik
masyarakat dapat terpenuhi dan tidak
terjadi defisit listrik. |
| |
|
"1 dari 3 orang atau 3 dari 10 orang
keluarga kita di Indonesia yang 53
juta itu belum teraliri listrik dan
ini harus kita pikirkan dengan cara
meningkatkan kemampuan berinvestasi,
TDL hanyalah salah satunya, ada
hal-hal lain yang harus diupayakan
oleh PLN yakni bagaimana terus
meningkatkan efisiensi,
menurunkan losses jaringan dan
kemudian juga memperbaiki energy
mix sehingga Biaya Pokok Produksi
(BPP) PLN bisa turun", ujar Menteri. |
| |
|
Kenaikan TDL diberlakukan hanya
kepada yang golongan masyarakat yang
mampu dengan tetap melindungi
pelanggan kecil (450-900 Va), karena
menurut Menteri, masyarakat
Indonesia yang belum mampu masih
belum memiliki kemampuan, karenanya
akan diusahakan tetap diberikan
subsidi. " Saya (Menteri ESDM) akan
berusaha untuk tidak (menaikan TDL)
bagi masyarakat yang tidak mampu,
karena agaknya masyarakat kita itu,
khususnya yang tidak mampu masih
belum memiliki kemampuan", tutur
Beliau. |
| |
|
Selanjutnya menurut Menteri,
kenaikan TDL hanya akan diterapkan
kepada golongan pelanggan kecil jika
kemampuan mereka sudah meningkat.
"Mari kita objektif, karena kita
bersama tidak hanya bisa mengikuti
apa yang kita inginkan, tetapi kita
lihat objekfitasnya, kalau ternyata
ada tanda-tanda bahwa masyarakat
kita yang tidak mampu itu meningkat
kemampuannya, maka marilah kita
berbagi beban kepada 19 juta KK dari
53 juta KK yang belum teraliri
listrik". lanjutnya. |
| |
|
|
| |
|
Sungai Papua Potensial untuk PLTMH. |
|
|
|
Kompas.com. Rabu, 30 Juni 2010 |
| |
|
JAYAPURA. Sungai di Papua cukup
potensial untuk dikembangkan sebagai
pembangkit listrik tenaga mikro
hidro karena secara teknis memenuhi
syarat menjadi sumber energi. |
|
|
|
"Sungai di Papua rata-rata memiliki
debit air yang tersedia sepanjang
waktu, termasuk saat musim kemarau,
sehingga potensial dikembangkan
sebagai pembangkit listrik tenaga
mikro hidro (PLTMH)," kata Dosen
Jurusan Teknik Elektro Universitas
Cenderawasih (Uncen) Yosef Lefaan
MT, di Jayapura, Rabu (30/6/2010). |
|
|
|
Selain itu, syarat
lain agar sungai dapat menghasilkan
tenaga listrik adalah memiliki air
terjun yang posisinya tinggi untuk
menggerakkan turbin. |
|
|
|
Menurut Yosef, sungai
di Papua baik besar maupun kecil
memenuhi syarat teknis tersebut
sehingga memungkinkan dikembangkan
sebagai sumber tenaga listrik yang
ramah lingkungan karena tidak
menghasilkan gas rumah kaca atau
limbah. |
|
|
|
Sejauh ini sejumlah daerah terpencil
di Papua yang belum mendapatkan
listrik dari PLN telah memanfaatkan
aliran sungai untuk PLTMH, misalnya,
di Wamena di Kabupaten Jayawijaya
dan Mulia di Kabupaten Puncak Jaya. |
|
|
|
Menurut dia, di Kabupaten Jayapura
dan Kabupaten Keerom beberapa
kampung juga sudah mendapatkan
listrik dengan teknologi mikro
hidro, sedangkan daerah lain yang
dalam perencanaan pembangunan PLTMH
adalah di Kabupaten Yalimo,
Tolikara, dan Pegunungan Bintang
yang secara geografis terletak di
daerah pegunungan tengah Papua. |
|
|
|
Yosef mengatakan,
masih banyak kampung terpencil di
daerah pedalaman Papua yang hingga
kini belum mendapatkan listrik
akibat sulitnya membangun
infrastruktur pembangkit listrik. |
|
|
|
Oleh sebab itu, sumber daya sungai
menjadi salah satu alternatif yang
potensial sebagai sumber tenaga
listrik untuk masyarakat. |
|
|
|
Salah satu sungai di Papua yang
cukup besar menghasilkan daya
listrik adalah Mamberamo. Sungai
yang panjangnya mencapai 800
kilometer ini mampu menghasilkan
daya sebesar 9.932 megawatt (MW). |
|
|
|
Sungai tersebut melintasi daerah
pegunungan bagian tengah Papua dan
bermuara di utara Samudra Pasifik. |
|
|
|
Di bagian selatan Pulau Papua juga
mengalir Sungai Digul yang potensi
dayanya mencapai 1.522 MW, Sungai
Yuliana 2.291 MW, Sungai Tuuga
1.624,6 MW, dan Sungai Lorentz 232
MW. |
| |
|
|
| |
|
Potensi PLTMH Tersedia Luas di Jawa Tengah. |
|
|
|
Kompas.com.
Jumat. 29 Februari 2008. |
| |
|
BANJARNEGARA.
Sejumlah pembangkit listrik tenaga
mikro hidro akan dibangun di 30
lokasi aliran sungai di sekitar Jawa
Tengah, oleh PT Indonesia Power unit
Mrica, Kabupaten Banjarnegara.
Setiap lokasinya setidaknya akan
dibangun PLTMH yang dapat
memproduksi listrik lebih dari 1
megawat. |
|
|
|
General Manager PT
Indonesia Power unit Mrica, Teguh
Adi Nuryanto, Jumat (29/2),
mengatakan sebenarnya jumlah lokasi
pembangunan PLTMH itu baru terbatas
di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Sebaliknya potensi PLTMH yang ada di
seluruh wilayah Jateng masih lebih
banyak, dan bisa menjadi peluang
untuk mengatasi krisis listrik yang
terjadi sekarang ini. “Dari 30
lokasi yang kami rencanakan itu
seluruhnya masih di wilayah eks
Karesidenan Banyumas, dengan
menggunakan sungai-sungai kecil dan
aliran irigasi,” katanya
menjelaskan. |
|
|
|
Untuk aliran sungai
yang lebih kecil pun, lanjutnya,
juga dapat digunakan untuk PLTMH
dengan produksi listrik berkisar 300
kilo wat yang dapat digunakan untuk
600 rumah, dengan daya listrik 450
wat untuk setiap rumahnya. “Untuk
produksi listrik 300 KW ini masih
bisa menggunakan aliran irigasi,”
ucapnya. |
|
|
|
Hanya saja untuk hitungan bisnis
bagi pengusaha, lanjut Teguh,
produksi listrik sekecil itu
membutuhkan waktu lama untuk
mengembalikan modal. |
|
|
|
Namun produksi listrik skala kecil
itu dapat digarap oleh pemerintah
daerah. “Modalnya untuk membangun
satu pembangkit itu dibutuhkan dana
lebih dari Rp 15 juta, dan baru
kembali setelah sembilan tahun
kemudian. Untuk bisnis jelas rugi.
Tapi ini bisa digarap pemerintah
daerah untuk memenuhi kebutuhan
listrik masyarakat,” katanya. |
|
|
|
PLTMH Wangan Aji di Kabupaten
Wonosobo yang dikelola oleh Pondok
Pesantren Roudlotuth Tholibin,
misalnya, menggunakan aliran air
irigasi untuk menggerakan dua turbin
dengan kapasitas produksi 140 KW. |
|
|
|
Menurut Manajer Koperasi Ponpes
Roudlotuth Tholibin Slamet Zakaria,
PLTMH itu tak menggunakan bendungan
air karena pasokan air di saluran
irigasi itu tak pernah surut.
“Terjunan airnya juga cukup curam
sehingga dapat menggerakkan turbin.
Air yang digunakan juga tidak
tercemar, melainkan kembali mengalir
ke saluran irigasi,” katanya. |
|
|
|
Hanya saja untuk menjamin turbin
dapat bergerak, Zakaria mengatakan,
pihaknya harus tetap menjaga
kebersihan air dari sampah.
“Kebetulan daerah di atas PLTMH ini
terdapat pasar, sehingga
kadang-kadang ada sampah masuk ke
saluran irigasi ini,” lanjutnya. |
|
|
|
Ditambahkan Teguh, untuk menjalankan
PLTMH maupun PLTA memang perlu
memperhatikan peningkatan
pelestarian alam. “Seperti
permasalahan PLTA Mrica yang kami
jalani ini, terbentur pada masalah
endapan lumpur di Waduk Pangbes
Jenderal Soedirman itu mencapai 40
persen. Karena itu perlu ada
kesadaran menjaga lingkungan hutan
di Dieng tetap hijau agar erosi di
Sungai Serayu tak terlalu tinggi,”
katanya. |
|
|
|
| |
| |
|